BAB VI
PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA
Bagian Kedua
Pelaksanaan Tender Terbatas atau Tender/Seleksi Jasa Konstruksi
Paragraf 15
Tender Terbatas atau Tender/Seleksi Gagal
Pasal 109
| (1) | Tender Terbatas atau Tender/Seleksi dinyatakan gagal dalam hal: |
| a. | terdapat kesalahan dalam proses evaluasi; | |
| b. | tidak ada peserta yang menyampaikan dokumen penawaran setelah ada pemberian waktu perpanjangan; | |
| c. | tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran; | |
| d. | seluruh peserta terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme; | |
| e. | seluruh peserta terlibat korupsi, kolusi, dan nepotisme; | |
| f. | seluruh peserta terlibat persaingan usaha tidak sehat; | |
| g. | seluruh penawaran harga pada Tender Terbatas atau Tender Pekerjaan Konstruksi di atas HPS; | |
| h. | negosiasi biaya pada Seleksi Jasa Konsultansi Konstruksi tidak tercapai; dan/atau | |
| i. | korupsi, kolusi, dan nepotisme melibatkan Pokja Pemilihan/PPK. |
| (2) | Sebagai tindak lanjut dari Tender Terbatas atau Tender/Seleksi gagal sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pokja Pemilihan segera melakukan: |
| a. | evaluasi penawaran ulang; | |
| b. | penyampaian penawaran ulang; atau | |
| c. | Tender Terbatas atau Tender/Seleksi ulang. |
Pasal 110
Dalam hal Tender/Seleksi gagal karena alasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 109 ayat (1) huruf b, Tender/Seleksi ulang dapat diikuti oleh Penyedia jasa Pekerjaan Konstruksi dengan kualifikasi usaha satu tingkat di atasnya.












