| BAB II |
| MODAL DASAR |
| Pasal 3 |
| (1) | Perseroan wajib memiliki modal dasar Perseroan. |
| (2) | Besaran modal dasar Perseroan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan keputusan pendiri Perseroan. |
| Pasal 4 |
| (1) | Modal dasar Perseroan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 harus ditempatkan dan disetor penuh paling sedikit 25% (dua puluh lima persen) yang dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah. |
| (2) | Bukti penyetoran yang sah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan secara elektronik kepada Menteri dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) Hari terhitung sejak tanggal: |
| a. | akta pendirian Perseroan untuk Perseroan; atau | |
| b. | pengisian Pernyataan Pendirian untuk Perseroan perorangan. |
| Pasal 5 |
| Perseroan yang melaksanakan kegiatan usaha tertentu, besaran minimum modal dasar Perseroan harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. |












