IV. PELAKSANAAN PEMILIHAN PENYEDIA MELALUI TENDER/SELEKSI
4.2.15. Tender/Seleksi Gagal
a. Penyebab Tender/Seleksi dinyatakan gagal
| 1) | Tender/Seleksi dinyatakan gagal dalam hal: |
| a. | terdapat kesalahan dalam proses evaluasi; | |
| b. | tidak ada peserta yang menyampaikan dokumen penawaran setelah ada pemberian waktu perpanjangan; | |
| c. | tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran; | |
| d. | ditemukan kesalahan dalam Dokumen Pemilihan atau Dokumen Pemilihan tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta petunjuk teknisnya; | |
| e. | seluruh peserta terlibat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN); | |
| f. | seluruh peserta terlibat persaingan usaha tidak sehat; | |
| g. | seluruh penawaran harga pada Tender Barang / Pekerjaan Konstruksi / Jasa Lainnya di atas HPS; | |
| h. | negosiasi biaya pada Seleksi tidak tercapai; dan/atau | |
| i. | KKN melibatkan Pokja Pemilihan/PPK. |
| 2) | Kesalahan dalam proses evaluasi berdasarkan sanggahan dan sanggahan banding. |
| 3) | Yang dimaksud dengan seluruh peserta terlibat Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) pada angka 1 huruf e dan KKN yang melibatkan Pokja Pemilihan/PPK pada angka 1 huruf i berdasarkan indikasi atau bukti. |
| 4) | Yang dimaksud dengan seluruh peserta terlibat persaingan usaha tidak sehat pada angka 1 huruf f adalah berdasarkan hasil evaluasi penawaran. |
| 5) | Tender/Seleksi gagal yang disebabkan seluruh penawaran harga pada Tender Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya di atas HPS juga berlaku apabila seluruh penawaran biaya pada Seleksi Jasa Konsultansi dengan Metode Evaluasi Pagu Anggaran diatas HPS. |
| 6) | Tender/Seleksi gagal sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf a sampai dengan huruf h ditetapkan oleh Pokja Pemilihan. |
| 7) | Tender/Seleksi gagal sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf i ditetapkan oleh PA/KPA. |












